Terlambat

“Fin, aku ingin membuat pengakuan.” ungkap Romi setelah lama mereka duduk berhadapan.
“Diam. Tak perlu kau lanjutkan. Aku sudah tau apa yang akan kau katakan.” sambut Finni dengan ekspresi tidak karuan.
“Aku sudah lama tau. Tapi sulit menerima kenyataan ini Rom. Sudah bertahun-tahun kita bersama sebagai teman. Dan aku ingin kita tetap seperti itu. Cukup!!! Aku tak mau dengar lagi.”

“Aku tetap harus bilang padamu, aku ingin kita menikah.” kata Romi tidak peduli.

“Tapi Zio sudah melamarku kemarin malam. Kau terlambat.” jelas Finni sesenggukan.

Medan, 5 April 2019
#sahabatkabolmenulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s