Bab I : 18 Hektar

Kutatap matahari senja dari depan rumah kos ku. Terdiam, menarik nafas panjang berusaha untuk menikmati indahnya alam. Duduk di tepi rawa, di atas pondasi bangunan rumah yang sepertinya masih tersendat pengerjaannya. Tak tahu mengapa sejak aku tinggal di rumah itu setahun yang lalu, kondisinya sudah begitu. Malah aku bersyukur, batu pondasi itu hingga kini masih … Continue reading Bab I : 18 Hektar

Advertisements

Negara Api

Di negara Api, perusahaan milik negeri seakan mengikuti arus politik yang dimainkan para petinggi. Si empunya kekuasaan sibuk memainkan bidak catur, mengatur strategi, agar tak salah dalam mengatur. Permainan uang dan jabatan untuk kepentingan pribadi. Akkkhhhh,, aku muak dengan semua ini. Saat aku tau ada orang cerdas dan baik yang meminta dideportasi, aku menyimpulkan.. "Perusahaan … Continue reading Negara Api

Skenario Tuhan

Saat aku merasa patah, aku coba bangkit agar aku tak semakin lemah. Deru cobaan yang terus menghantam seolah ingin menguji kesabaran dan idealisme yang tertanam. Berat.. Dada ini semakin terasa sesak. Aku berusaha tegar dan terus berpegang pada kepercayaan akan hikmah kejujuran dan kerja keras. Aku percaya selalu ada Dzat yang Maha Kuasa. Yang akan … Continue reading Skenario Tuhan

Terlambat

"Fin, aku ingin membuat pengakuan." ungkap Romi setelah lama mereka duduk berhadapan."Diam. Tak perlu kau lanjutkan. Aku sudah tau apa yang akan kau katakan." sambut Finni dengan ekspresi tidak karuan."Aku sudah lama tau. Tapi sulit menerima kenyataan ini Rom. Sudah bertahun-tahun kita bersama sebagai teman. Dan aku ingin kita tetap seperti itu. Cukup!!! Aku tak … Continue reading Terlambat

Hujan rintik-rintik membasahi bumi Perlahan mulai deras diiringi suara menggelegar dari alam Anak kecil berdiri berteduh di bawah pohon rindang Meratapi nasib tak kunjung cemerlang Hujan rintik-rintik membasahi bumi Udara sejuk berhembus damai Anak kecil setia menanti Berharap setelah hujan muncul pelangi Wahai pemilik alam Jika memang harus muncul awan hitam Sebelum Kau tunjukkan warna … Continue reading

Awan dan Hujan

Aku iri kepada hujanDia seakan begitu mencintai awanBahkan saat hujan mengkhianatinya Tidakkah dia sedikit saja bisa melirikkuAku si tampan yang menambah keindahan awanAku si biru, awan si putih Kami pasangan yang serasi bukan?Saat keindahan kami sedang dipancarkanHujan menggoda awan Awan sungguh ikhlas menerima pinta hujan Dan seketika awan pun lenyapAtas nama cinta pada hujanAku kehilangannyaSungguh … Continue reading Awan dan Hujan